Psikologi berasal dari kata bahasa inggris psychology, yang berasal dari dua akar kata bahasa Greek (Yunani) yakni kata psyche yang berarti jiwa dan logos yang berarti ilmu. Jadi, dapat disimpulkan secara harfiah psikologi diartikan sebagai ilmu jiwa. 

Sebelum dijadikan disiplin ilmu mandiri, psikologi memiliki hubungan yang kuat dengan ilmu kedokteran dan filsafat. Hingga saat ini kedua ilmu tersebut saling berpengaruh. Dalam kedokteran, psikologi menjadi perantara untuk menjelaskan segala sesuatu yang terpikir dan terasa oleh organ biologis (jasmaniah). Sedangkan dalam filsafat, psikologi berperan dalam pemecahan masalah yang berkaitan dengan akal, kehendak, dan pengetahuan. 

Dari hubungan berbagai disiplin ilmu tersebut, maka timbullah berbagai macam definisi mengenai psikologi, diantaranya berikut :

  1. The science of mental, ilmu mengenai kehidupan mental
  2. The science of mind, ilmu mengenai pikiran
  3. The science of behavior, ilmu mengenai tingkah laku
  4. Diikuti definisi lain bergantung dari sudut pandang yang mendifinisikan.

Pada kenyataanya, ilmu psikologi telah bersinggungan dengan banyak bidang kehidupan diri manusia. Psikologi mempelajari dan menyelidiki mengenai bagaimana dan mengapa mereka melakukan apa dan melakukan tindakan apa. Sehingga dapat disimpulkan bahwa psikologi merupakan ilmu pengetahuan yang menyelidiki dan mempelajari tindakan dan tingkah laku manusia, secara individu maupun kelompok dalam lingkungannya. 

Pendidikan berasal dari kata “didik” merupakan kata verba, dan mendapat imbuhan me- sehingga menjadi kata “mendidik”. Sehingga memiliki arti memelihara atau memberi latihan berupa ajaran, tuntunan, dan pimpinan mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran. Dan arti kata “pendidikan” merupakan kata nomina yakni berupa proses pengubahan sikap dan tata laku individu maupun kelompok sebagai bentuk usaha mendewasakan manusia melalui upaya mengajaran dan pelatihan. 

Dalam hal ini, pendidikan dapat dipahami sebagai sebuah proses menggunakan metode-metode tertentu untuk memberikan pengetahuan, pemahaman, dan cara bertingkah laku sesuai dengan kebutuhan dan porsi masing-masing. 

Beberapa orang mengartikan pendidikan sebagai pengajaran, fokus pengajaran hanya diwajibkan untuk seseorang yang wajib mendidik yakni guru dan orang tua. Tentunya melalui perbuatan mengajar. Namun, pada umumnya kata mengajar dapat diartikan secara formal sebagai kegiatan menyampaikan materi pelajaran kepada siswa yang tujuannya hanya untuk meningkatkan pengetahuan siswa. Berbeda dengan kata mendidik, dalam makna luas mendidik merupakan naungan dari mengajar. Selain memberi pengetahuan, mendidik juga dapat memberikan pemahaman, kebiasaan, sikap, dan tingkah laku. 

Mendidik dalam dunia pendidikan merupakan tugas yang harus dilakukan oleh seorang pendidik. Seorang pendidik wajib memahami konsep dasar pendidikan setiap peserta didik. Yakni berhubungan dengan tanggung jawab dan kedewasaan.

Psikologi Pendidikan, merupakan bagian dari psikologi terapan. Menurut Arthur S. Reber (1988), dalam pandangannya psikologi pendidikan diartikan sebagai subdisiplin ilmu psikologi yang berkaitan dengan teori dan masalah kependidikan yang dapat berguna dalam mengatasi hal berikut :

  1. Penerapan prinsip-prinsip belajar dalam kelas
  2. Pengembangan dan pembaharuan kurikulum
  3. Ujian dan evaluasi bakat kemampuan
  4. Sosialisasi proses dan interaksi dalam kelas, pendayagunaan ranah kognnitif
  5. Proses penyelenggaraan pendidikan keguruan

Selain itu, Tardif (1987) mengungkapkan bahwa psikologi pendidikan ilmu yang berhubungan dengan perilaku manusia untuk usaha-usaha kependidikan. Dengan ruang lingkup berikut :

  1. Situasi atau tempat yang berhubungan dengan belajar dan mengajar (context of learning and teaching)
  2. Tahapan-tahapan dalam belajar dan mengajar ( process of learning and teaching)
  3. Hasil pencapaian dari proses belajar dan mengajar (outcomes of learning and teaching)

Lantas, apa yang dapat Anda petik dari Psikologi Pendidikan? Jika Anda seorang pendidik?

Terdapat beberapa point yang harus Anda perhatikan jika Anda seorang pendidik, diantaranya sebagai berikut:

1. Proses Perkembangan Siswa

Tahap-tahapan pengembangan berhubungan dengan perbedaan usia seorang siswa. Nah sebagai bahan pertimbangan seroang pendidik harus memahami perkembangan siswa dan ciri-ciri khas yang ada disetiap perkembangan usia. Sehingga pendidik dapat mengelola dan menyesuaikan proses belajar mengajar di kelas.

2. Cara Belajar Siswa

Di mana pun dan bagaimanapun proses pendidikan berlangsung, alasan utama kehadiran guru adalah untuk membanu siswa. Oleh sebab itu, guru harus memahami sepenuhnya hal pokok mengenai cara dan tahapan belajar untuk siswa diantaranya :

  • Signifikansi (arti penting) belajar;
  • Teori-teori belajar;
  • Hubungan belajar dengan mememori dan pengetahuan
  • Fase yang dilalui dalam peristiwa belajar.

3. Cara Menghubungkan Mengajar dan Belajar

Sebagai pendidik, Anda diharapkan memahami model-model mengajar, metode-metode mengajar, dan strategi-strategi mengajar.

4. Pengambilan Keputusan untuk Pengelolaan PMB

Seorang pendidik, hendaknya memandang dirinya sendiri sebagai seorang profesional yang efektif. Lalu, pandangan positif dipadukan dalam bentuk upaya pengambilan keputusan mengenai materi pelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa. 

Semoga bermanfaat untuk para pendidik. Terima kasih. 

 


Necun Suliandari
Necun Suliandari Mari belajar untuk berproses dan berkembang!