Connect with us

Dunia Assesment Pendidikan : Kajian Aksiologis Ruang Lingkup dalam Supervisi Pembelajaran

Pendidikan

Dunia Assesment Pendidikan : Kajian Aksiologis Ruang Lingkup dalam Supervisi Pembelajaran

Kajian Aksiologis Ruang Lingkup dalam Supervisi Pembelajaran

Teori Kebenaran Pragmatis dicetuskan Charles S. Pierce (1839-1914) beranggapan bahwa sesuatu itu dianggap benar jika fungsional ia memberikan manfaat. Jadi ukurannya adalah hasil yang didapatkannya. Jika hasilnya menguntungkan maka ia baik dan benar. Sebaliknya jika hasilnya merugikan maka ia buruk dan salah.

Kattsoff (1986) berpendapat bahwa penganut pragmatisme meletakkan ukuran kebenaran dalam salah satu macam konsekuensi. Atau proposisi itu dapat membantu untuk mengadakan penyesuaian yang memuaskan terhadap pengalaman, pernyataan itu adalah benar.

Ruang lingkup supervisi pembelajaran tidak hanya bertumpu pada penyeliaan guru melainkan juga pada seluruh aspek yang mendukung terjadinya proses pembelajaran yaitu di bidang kurikulum, bidang kesiswaan, bidang kepegawaian, bidang sarana dan prasarana, bidang keuangan, bidang humas, dan bidang ketatausahaan.

Jika dikaji dengan teori kebenaran pragmatis ruang lingkup supervisi pembelajaran di bidang kurikulum dikatakan benar apabila kurikulum pada proses belajar mengajar dijadikan kegiatan utama sekolah yang dapat menentukan keberhasilan pembelajaran secara keseluruhan, baik proses maupun hasil.

Hal ini dibuktikan bahwa kurikulum adalah kurikulum yang dibuat pemerintah yang mengatur rangkaian kegiatan belajar mengajar.

Fungsinya sebagai acuan dalam proses pembelajaran, sehingga kurikulum ini dapat dilaksanakan sesuai dengan koridor meskipun dengan cara berbeda di setiap  masing-masing sekolah. Untuk mencapai tujuan pembelajaran berdasarkan proses dan hasil, sekolah harus mentaati adanya kurikulum karena ditelah dirancang sesuai dengan porsi kebutuhan siswa.

Dan apabila tidak menjalankan kurikulum, maka proses dan hasil dari pembelajaran akan tidak sesuai dengan kemampuan dan porsi belajar mereka.

Jika dikaji dengan teori kebenaran pragmatis ruang lingkup supervisi pembelajaran di bidang kesiswaan maka hal ini berhubungan dengan kemampuan belajar siswa.

Dalam bidang kesiswaan, supervisor mempunyai peran yang signifikan dan sangat mendasar mulai dari penerimaan siswa baru, pembinaan siswa, atau pengembangan diri sampai proses kelulusan siswa.

Supervisi bidang kesiswaan bertujuan untuk mengatur berbagai kegiatan dalam bidang kesiswaan agar kegiatan pembelajaran di sekolah berjalan dengan lancar, tertib, serta mencapai tujuan pendidikan sekolah.

Jika dikaji dengan teori kebenaran pragmatis ruang lingkup supervisi pembelajaran di bidang kepegawaian maka hal ini lebih mengarah pada pembangunan pendidikan yang bermutu, membentuk sumber daya manusia yang handal, produktif, kreatif, dan berprestasi.

Jika dikaji dengan teori kebenaran pragmatis ruang lingkup supervisi pembelajaran di bidang sarana dan prasarana maka hal ini menunjukkan sebagai lembaga pendidikan, sekolah menentukan dukungan sarana dan prasaran pendidikan  sangat penting.

Banyak sekolah yang memiliki sarana dan prasarana yang lebih lengkap sehingga sangat menunjang proses pendidikan di sekolah. Baik guru maupun siswa merasa terbantu dengan adanya fasilitas tersebut. Namun sayangnya kondisi tersebut tidak berlangsung lama. Tingkat kualitas dan kuantitas sarana tidak dapat dipertahankan secara terus menerus. Sementara itu, bantuan saran dan prasaranapun tidak datang setiap saat.

Oleh karena itu dibutuhkan untuk mengawasai sarana dan prasarana itu secara baik agar kualitas dan kuantitas sarana da prasarana dapat dipertahakan dalam waktu yang relatif lebih lama.

Dari kajian teori kebenaran pragmatis mengenai ruang lingkup supervisi pembelajaran di atas  dapat disimpulkan bahwa, ruang lingkup supervisi pembelajaran merupakan rangkaian dari satu kesatuan unsur pendukung untuk mewujudkan kualitas pembelajaran dalam lingkungan sekolah melalui kontrol/pengawasan.

Ruang lingkupnya bukan hanya bertumpu pada guru, melaikan seluruh aspek lain diantaranya kurikulum, kepegawaian, sapras, kehumasan, ketatausahaan.

Mari belajar untuk berproses dan berkembang

Click to comment
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
To Top