Connect with us

Mengenal Dunia SUPERVISI PEMBELAJARAN : Hakikat dan Simpulan

Pendidikan

Mengenal Dunia SUPERVISI PEMBELAJARAN : Hakikat dan Simpulan

Mengenal Dunia SUPERVISI PEMBELAJARAN : Hakikat dan Simpulan

Hakikat supervisi pembelajaran merupakan penyeliaan dalam proses pembelajaran yang bertujuan untuk meningkatkan mutu atau kualitas melalui program dan tindakan dalam segala hal yang memengaruhi proses pembelajaran. Dalam supervisi pembelajaran dilakukan untuk observasi, wawancara, studi dokumen untuk menyediakan data yang digunakan dalam peningkatan mutu pembelajaran.

Hakikat Supervisi Pembelajaran

Definisi supervisi menurut Hazi (1994: 199), New Jerhukum sey mendefinisikan supervisor sebagai “individu bersertifikat yang sesuai ditugaskan dengan tanggung jawab untuk arahan dan bimbingan pekerjaan anggota staf pengajar. ” Dalam konteks itu, pengawasan didefinisikan dengan kode administratif dan “secara hukum identik dengan evaluasi”.

Definisi yang lebih luas berasal dari Daresh (2001: 25), yang mengatakan bahwa “supervisi adalah proses mengawasi kemampuan orang untuk memenuhi tujuan organisasi di mana mereka kerja.” Dia menekankan bahwa pengawasan harus dilihat sebagai proses daripada sebagai peran profesional.

Goldsberry mendefinisikan pengawasan sebagai “tanggung jawab organisasi dan fungsi difokuskan pada penilaian dan penyempurnaan arus praktik ”(1988: 1). Dia juga mencatat sifat hierarki pengawasan: “Karena ini tanggung jawab organisasi, maka harus melibatkan interaksi antara atasan organisasi dan bawahan – yang berarti bahwa otoritas yang sah untuk pengambilan keputusan berada pada supervisor ”(ibid.:1–2).

Setiap orang dalam pengajaran bahasa memiliki beberapa definisi khusus di bidang masing-masing mengenai supervisor. Misalnya, Wallace menyatakan bahwa seorang supervisor adalah “siapa saja yang memiliki tugas memantau dan meningkatkan kualitas pengajaran yang dilakukan oleh orang lain rekan kerja dalam situasi pendidikan ”(1991: 107).

Gebhard mengatakan itu “Supervisi guru bahasa adalah proses pendidikan guru yang berkelanjutan di mana pengawas mengamati apa yang terjadi di kelas guru dengan tujuan untuk meningkatkan pengajaran ”(1990a: 1).

Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa supervisor merupakan seseorang yang memiliki tugas ataupun tanggung jawab untuk mengawasi dengan tujuan penilaian atas kinerja yang telah dilakukan rekannya. Dari segi pengajaran bahasa, tidak menutup kemungkinan apabila guru bahasa juga dapat menjadi seorang supervisor. Guru bahasa ketika menjadi supervisor dapat dikatakan memiliki peran ganda dalam melaksanakan tugasnya, seorang guru sekaligus supervisor berperan sebagai pengajar sekaligus pengawas. Pengajar untuk meningkatkan kualitas pengajaran serta belajar siswanya dan pengawas rekan guru untuk mengawasi berjalannya proses pembelajaran yang nantinya akan dijadikan bahan evaluasi peningkatan proses pengajaran.

Dalam praktiknya, supervisi guru tidak hanya mementingkan kreatifitas dan aspek positif dalam membantu guru bahasa mencapai potensi penuh mereka. Atau bisa disebut sebagai upaya untuk pengembang guru. Tetapi juga mencakup tanggung jawab yang kurang bermanfaat, seperti memberikan umpan balik negatif, dengan memastikan bahwa guru mematuhinya kebijakan program, dan memberikan putusan dengan memecat karyawan jika tidak sesuai prosedur pengajaran.

Memahami pekerjaan supervisor diperlukan kesadaran dan sikap konteks sosial budaya yang didukung dengan adanya otonomi dan otoritas dalam dunia kerja organisasi, hal ini tidak lain dalam lingkungan pendidikan selaku pengawas (supervisor) guru bahasa.

Simpulan

Hakikat Supervisi Guru Bahasa lebih menjabarkan pada tugas ganda seorang  guru bahasa yang tidak hanya mengajar dan memberikan materi tentang bahasa di dalam kelas melainkan juga berperan sebagai pengawas untuk pembelajaran dan pengajaran. Di sisi lain supervisi guru bahasa, harus memiliki kesadaran dan sikap yang sesuai dengan tugas yang ia lakukan. Selain itu, juga harus memiliki sikap otonomi dan otoritas.

Pentingnya supervisi guru bahasa, diharapkan dapat memberikan bahan pertimbangan untuk penilaian dalam kegiatan belajar mengajar.  Supervisi juga dapat dijadikan bahan evaluasi proses belajar baik di lingkungan kelas bersama siswa maupun di luar kelas bersama rekan guru.

Mari belajar untuk berproses dan berkembang

Click to comment
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
To Top