Kehidupan normal memang sangat diidam-idamkan oleh banyak orang. Namun tidak semua orang dapat merasakan kehidupan yang normal dari segi kesehatan baik fisik maupun mental. Banyak orang yang tidak menyadari bahwa mereka telah mengalami gangguan kesehatan mental yakni seperti Stres, Depresi dan Cemas. Nah Sobat, pada lain kesempatan kita sudah membahas mengenai Cara Mengatasi Stres. Pada kesempatan ini, kita akan belajar mengenai Apa itu Depresi ? Bagaimana Pencegahan dan Mengatasinya? 

Depresi merupakan salah satu gangguan kesehatan mental yang dapat dirasakan dengan suasana hati yang terus-menerus merasa sedih, kecewa, tertekan serta kehilangan minat dalam beraktivitas sehari-hari sehingga mengakibatkan penurunan kualitas hidup. Seseorang yang mengalami gangguan depresi mayor/depresi tingkat berat dapat memengaruhi perasaan, pemikiran, hingga perilaku sehingga menimbulkan masalah pada emosional dan fisiknya.

Dampak lain dari depresi yang terjadi dapat mempengaruhi waktu istirahat dan nafsu  makan. Seseorang yang terkenal gangguan kesehatan ini, akan kerap merasa lelah dan sulit berkonsentrasi. Selain itu, efek dari gangguan kesehatan ini dapat berlangsung dalam kurun waktu lama atau bahkan berulang sehingga dapat memengaruhi kemampuan seseorang untuk berfungsi dan melaksanakan aktivitas sehari-hari.

Cara Mengatasi Depresi

Depresi menjadi suatu masalah yang hampir tersepelekan dan sulit untuk dicegah. Hal ini dikarenakan adanya kesulitan untuk mengenali akar dari segala hal yang jadi penyebab adanya depresi itu sendiri. Nah kalian dapat mengenali tanda-tanda di Kalkulator Kesehatan Mental. 

Sobat, tak perlu risau atau gelisah jika Sobat menjadi salah satu pengidap masalah ini, alangkah baiknya untuk mengatasi dengan cara pencegahan dan mempelajari beberapa cara yang ampuh untuk pemulihannya, seperti perubahan gaya hidup dan pengobatan yang efektif. 

Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah depresi, antara lain:

1. Hindari kebiasaan menyendiri dengan mencari komunitas/aktivitas yang positif.

Menyendiri tanpa melakukan aktivitas apapun dapat membuat depresi. Lebih baik lepaskan beban dengan mengungkapkan semua hal yang ada dipikiran kepada oranglain. Berkumpul sebari bersosialisasi mengungkapkan segala hal yang perlu diungkapkan berfokus pada hal positif. 

2. Membuat perencanaan jangka pendek dan panjang untuk hidup lebih sederhana.

Perencanaan merupakan suatu proses dari latihan mental yang di dalamnya melibatkan penerapan logika, cara berpikir, serta cara kerja sebelum melakukan sesuatu. Perencanaan diperlukan agar segala yang dilakukan tersturktur dan tersistemasi sesuai tujuan. 

3. Olahraga bentuk dari relaksasi.

Berolahraga dengan teratur, minimal 3–5 kali dalam seminggu dengan durasi rerata 30 menit.

4. Konsumsi makanan sehat dan gizi seimbang dengan pola makan yang teratur.

Menerapkan pola hidup sehat dengan makanan bernutrisi, tidur yang cukup, tidak merokok, tidak mengonsumsi minuman beralkohol serta tidak menggunakan obat-obatan terlarang.

5. Buat hidup lebih santai dan menyenangkan untuk terhindar dari stres.

Jika Depresi yang Sobat alami masuk dalam tahap yang berat. Cobalah untuk menemui ahli medis bertujuan meminta beberapa metode pengobatan agar menjadi lebih baik. Beberapa cara yang bisa dilakukan dokter untuk membantu pengidap mengatasi depresi yang dialaminya dilansir dalam Alodoc Indonesia, antara lain:

  • Psikoterapi.
  • Cognitive behavior therapy (CBT). Terapi yang bertujuan untuk membantu pengidap melepaskan pikiran dan perasaan negatif, serta menggantinya dengan respon positif.
  • Problem-solving therapy (PST), Terapi untuk meningkatkan kemampuan pengidap menghadapi pengalaman yang memicu rasa tertekan.
  • Interpersonal therapy (IPT), Terapi untuk membantu mengatasi masalah yang muncul saat berhubungan dengan orang lain.
  • Terapi psikodinamis bertujuan untuk membantu pengidap memahami apa yang dirasakannya dan bagaimana merespon perasaan tersebut.
  • Melalui obat-obatan. Obat antidepresan, seperti escitalopram, paroxetine, sertraline, fluoxetine, citalopram, venlafaxine, duloxetine, dan bupropion. Penggunaan obat-obatan ini harus selalu dalam pengawasan dokter karena efek samping yang cukup banyak.

 

 

 


Necun Suliandari
Necun Suliandari Mari belajar untuk berproses dan berkembang!